Rahasia cabai rawit berbuah lebat ternyata bisa dimulai dari pekarangan rumah sendiri
Dengan perawatan yang tepat, tanaman cabai rawit dapat tumbuh rimbun, sehat, dan rajin berbuah. Langkah awal yang perlu diperhatikan adalah menggunakan media tanam yang gembur, yaitu campuran tanah, kompos atau pupuk kandang matang, serta sekam bakar agar akar tanaman tumbuh kuat.
Selain itu, cabai rawit membutuhkan sinar matahari yang cukup, minimal 6–8 jam setiap hari. Penyiraman juga perlu dilakukan secukupnya, sebaiknya pada pagi atau sore hari, agar tanaman tidak terlalu basah dan akar tidak mudah busuk.
Agar pertumbuhan semakin optimal, berikan nutrisi secara rutin menggunakan pupuk organik seperti kompos, POC kulit pisang, atau pupuk kandang matang. Saat tanaman mulai berbunga, perbanyak unsur kalium dan fosfor untuk mendukung pembentukan buah. Jangan lupa lakukan pemangkasan tunas dan daun tua agar tanaman lebih rimbun, sirkulasi udara baik, dan nutrisi lebih fokus ke buah.
Pencegahan hama juga penting dilakukan sejak dini. Gunakan pestisida nabati dari bahan alami seperti daun pepaya, bawang putih, atau serai, lalu semprotkan secara rutin. Untuk hasil panen yang lebih lebat, gunakan ajir penyangga agar batang tidak roboh, jangan biarkan media tanam terlalu kering, panen cabai secara rutin, serta buang bunga pertama saat tanaman masih kecil.
Menanam cabai rawit di pekarangan tidak hanya membuat lingkungan lebih hijau, tetapi juga membantu menghemat belanja dapur, bisa dipanen setiap hari, dan berpeluang menjadi usaha rumahan.
Yuk, manfaatkan pekarangan menjadi lebih produktif dengan menanam cabai rawit!